FanFic – Last Three Years


Title            : Last Three Years

Cast            :

  1. Yesung
  2. Shin Min Sha (OC)
  3. Shin Min Yo (OC)
  4. Member Super Junior
  5. Others

Author       : Virniari (@virniari )

Genre         : Romance, Sad

Rating        : PG-15

Length       : OneShoot

 

Please Don’t be silent reader! Don’t be plagiator! Coment untuk menghargai karya saya ><

 

***
Yesung melihat salah satu fans-nya yang mengikuti ‘M&G with Super junior’ memiliki aura yang sama seperti Min Yo, yeoja-nya. Yeoja-nya yang sudah meninggal tiga tahun lalu. Acara M&G ini hanya dihadiri oleh sepuluh E.L.F beruntung, maka dari itu Yesung bisa mencium aura segar seperti Min Yo. Min yo yang akan selalu diingatnya, sepanjang masa.
“Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Hyuk.

“ah, ani.” jawab Yesung cepat.

Hyuk mengikuti arah pandang Yesung. “Kenapa kau melihati gadis itu seperti itu?” tanya Hyuk lagi.

Yesung melepaskan pandangannya dari gadis tadi.”aku tidak melihatnya,” elak Yesung. Lalu tersadar saat melihat member SUJU yang lain ikut memperhatikannya.

“Yesung, kau diberi pertanyaan oleh E.L.F. Kenapa kau malah melamun?” Donghae menatapnya bingung.

“Aku tidak melamun,” kata Yesung kesal. “Apa pertanyaannya?” tanya Yesung, mencoba untuk mengalihkan perhatian. Salah satu ELF kembali berdiri.

“Oppa, tiba- tiba aku teringat kejadian tiga tahun yang lalu…” belum sempat ELF itu menyelesaikan pertanyaanya, Yesung sudah bangkit dari tempat duduknya.

“Kenapa harus pertanyaan tiga tahun yang lalu?” tanyanya tajam.”Apa tidak ada pertanyaan lain?”

Setelah berbicara seperti itu, Yesung melangkah pergi meninggalkan studio. Ia masih bisa mendengar ELF tadi menyerukan kalimat, “Mianhae…” tapi Yesung tak menggubrisnya.Entah kerasukan apa, Yesung menjadi sangat sensitif ketika mengingat kesalahannya tiga tahun lalu.

 

”Oppa! tunggu aku!” sebuah suara dari balik punggung Yesung terdengar khawatir. Yesung membalikkan badannya ketika kembali merasakan aura itu. Bahkan kini terasa lebih dekat. “oppa, gwencahana?” tanya gadis itu sambil tersenyum.

Yesung tidak menggubris pertanyaan gadis itu, bahkan ia balik bertanya. “kau siapa?”.

“aku? aku Min sha. wae, oppa?” balas gadis itu. Yesung mengamati wajah Min sha. Tidak ada sedikitpun kemiripannya dengan Min yo.

“Kenapa kau memiliki…” kata- kata Yesung terhenti saat Leeteuk menepuk pundaknya dari belakang.

“Kau ini kenapa? Kau meninggalkan studio begitu saja.” tegur Teuk.

“gwenchana..” jawab Yesung. M

Matanya kembali mengarah pada Min sha yang masih tersenyum.

“Oppa, aku boleh minta berfoto denganmu?” tanyanya.

Yesung ragu sejenak, namun ia akhirnya mengangguk. Min sha melebarkan senyumannya, lalu merogoh kameranya dari dalam tas.  KLIK! Satu foto sudah tersimpan di memori kamera Min sha.

“Gomawo, oppa.” kata Min sha.

“Kau tidak ingin berfoto denganku?” tanya Teuk sambil menunjuk dirinya. Min sha tertawa kecil. Yesung melebarkan matanya saat melihat itu.

“Baiklah, oppa.” balas Min sha. KLIK! Kamera Min sha kembali menyimpan fotonya bersama Teuk.

“gomawo, oppa.” ucap min sha sambil menunduk.

“cheonma.” kata Teuk.

”Aku pamit dulu ya oppa. Aku mau kembali ke studio.” pamit Min sha, masih dengan senyumnya. “oppa,” Min sha menatap Yesung. “Aku sangat mencintaimu. aku menyukai sifat unikmu yang kuketahui.Semoga aku bisa bertemu denganmu lagi,oppa.” Lanjutnya,lalu melangkah pergi.

“Ayo, kau harus kembali ke studio. Jangan marah pada ELF tadi yang kembali mengungkit masalah tiga tahun lalu.” Kata Teuk, lalu kembali ke studio.

 

Setelah acara M&G selesai, Min sha tidak langsung pulang ke apartemennya. Ada yang mengganjal hatinya. Sudah dua tahun menjadi ELF&CLOUDS, namun ia tidak tahu menahu mengenai masalah tiga tahun lalu. Ia pergi ke toko lapak, yang menyediakan majalah- majalah lama.

“Yesung adalah artis terkenal. Pasti beritanya masuk dalam majalah.” Katanya dalam hati.

Setelah mencari selama beberapa saat, Min sha menemukan majalah yang ia cari. Majalah yang memuat berita mengenai yesung dan masalah tiga tahun lalu. Ia segera pulang ke apartemennya dan mengeksplorasi majalah itu. Ada satu artikel berjudul ‘Yesung Super Junior kecelakaan’.

Mata Min sha membaca artikel itu dengan mata awas. Di bawahnya, ada dua foto yang dicetak cukup besar. Foto Yesung tentu saja, dan satu foto perempuan cantik. Benar- benar cantik, nyaris sempurna secara fisik. Namun, matanya nyaris keluar saat membaca sebuah kalimat, ‘sayangnya, Min yo tidak dapat diselamatkan’.

“Gadis ini, meninggal?” Tanya Min sha pada dirinya sendiri. Pertanyaan Min sha terjawab saat matanya membaca kalimat, ‘Semoga kau tenang di sana. We love you’. Kini Min sha mengerti mengapa Yesung begitu marah saat salah satu ELF tadi bertanya mengenai masalah tiga tahun lalu.

 

“Aku harus menemui oppa. Aku harus menghiburnya,” kata Min sha semangat. “Sebagai penggemarnya.” Lanjutnya dengan nada sedih.

Setelah menunggu selama yang ia ingat, akhirnya Min sha bisa kembali bertemu dengan bias-nya, Yesung. Ada acara M&G with Super Junior lagi, dan kali ini ia beruntung lagi. Ia menjadi salah satu dari 10 orang yang beruntung itu. Setelah acara itu selesai, Min sha keluar paling terakhir, lalu menyusup ke backstage. Dengan mudah ia bisa menemukan Yesung.

 

“Oppa, apa kau masih mengingatku?” Yesung mendengar suara itu, bersamaan dengan aura yang ia rasakan. Aura Min yo.

“ne, kau … Min sha.” Jawab Yesung, lama.

“Oppa, boleh aku berfoto bersamamu lagi?” Tanya Min sha, seraya mengeluarkan kameranya dari dalam tas. Yesung mengangguk pelan dan pasti. KLIK! Satu kenangan kembali tersimpan.

“ah, aku juga ingin berfoto dengan member suju.” Katanya senang.

“Tunggu,” sela Yesung. “Bagaimana kau bisa masuk ke sini?” Tanyanya.

Min sha panik mendengar pertanyaan Yesung. “A-aku menyelinap masuk ke sini, oppa.” Bisik Min sha. Yesung merinding mendengarnya. “oppa? Apa kau marah padaku?” Yesung tersadar. Ia baru saja berhalusinasi, bahwa gadis di depanya ini adalah roh Min yo.

“a-ani,” jawab Yesung gugup. “Silahkan pergi untuk berfoto pada mereka,” lanjutnya, sambil menunjuk member suju yang lain dengan dagu.

Min sha mengangguk paham. Ia melangkah mendekati member suju yang lainnya. Yesung memakukan tatapannya pada Min sha yang tengah tersenyum lebar karena senang.

“aneh.” Satu kata itu meluncur begitu saja dari mulut Yesung.”Kenapa ada banyak kesamaan dengan Min yo? Min yo kan…. Sudah pergi.” Lanjutnya sambil menunduk. Tiba- tiba, setetes air mata meluncur dengan indah dari matanya.

“Omo!! Oppa kenapa menangis?” Seru Min sha khawatir. Yesung langsung menegakkan tubuhnya, kaget.

“Kenapa kau selalu datang tiba- tiba?” Tanya Yesung spontan. “Kau selalu membuatku kaget, dan… Takut.” Lanjutnya. Min sha merasa bersalah. Ia menundukkan wajahnya, lalu bergumam.

“Mianhae, oppa. Aku tidak …” Kalimat Min sha belum selesai saat Yesung menarik tangannya, membuat ia terduduk di samping Yesung.

“Sudahlah, aku sudah memaafkanmu.” Katanya. Min sha tersenyum.

“oppa, kau tahu tidak aku ke sini untuk apa?” Tanya Min sha ceria. Yesung termenung sesaat. Keceriaan itu… Ia menyukainya. “oppa?” Min sha melambai- lambaikan tangannya di depan wajah Yesung. Yesung tersadar dengan cepat.
“Ne?”
“Tadi aku tanya apa oppa tau aku ke sini untuk apa?” Ulangnya.

Yesung tersenyum ragu, lalu berkata dengan pasti. “Untuk menemuiku”

Min sha melebarkan senyumannya, lalu tertawa. “Oppa pintar menebak! Aku ke sini memang untuk menemuimu,” katanya. “Tapi…”

“tapi apa?” Tanya Yesung penasaran.

“Tapi ada satu tujuan lain yang membuatku ingin bertemu denganmu.”Jawab Min sha.Yesung menaikkan alisnya.
“aku ke sini…” Ujar Min sha tenang. “Untuk menghiburmu. Seingatku itu tujuanku ke sini.” Lanjutnya. Sedetik kemudian Yesung tertawa.

“Aku tidak perlu dihibur. Aku tidak ada masalah,” kata Yesung saat tawanya berhenti.

“ara. Aku hanya ingin mnghiburmu.” Balas Min sha.

“baiklah,”ucap Yesung pasrah.Tiba- tiba Hae lewat di depan Yesung dan Min sha lalu bersiul pelan.

“Kau penggemar Yesung?”Tanyanya pada Min sha. Min sha baru saja akan mengangguk, namun Hae sudah melanjutkan kalimatnya, “atau yeoja-nya?” Min sha melongo kaget.

“A-ani! Aku penggemarnya. Aku clouds!” Ralatnya gugup.

“Clouds? Berarti kau adalah clouds paling beruntung, karna baru kali ini Yesung menggenggam tangan penggemarnya”. Yesung dan Min sha melirik tangan mereka bersamaan. Detik berikutnya, mereka berdua menarik tangan masing- masing dan langsung salah tingkah.

“m-mianhae. Aku tidak sadar sudah menggenggam tanganmu.” Ujar Yesung terbata. Entah kenapa hatinya seperti bergetar.

“ne, aku juga tidak sadar.” Balas Min sha, sama gugupnya dengan Yesung. Setelah itu keheningan menyelimuti mereka berdua. Namun tiba- tiba, Kyu melemparkan boneka kucing berwarna pink ke arah Yesung dan Min sha. Itu adalah boneka pemberian salah satu ELF tadi. Awalnya, kyu berniat untuk menjadikan Yesung sebagai sasaran, namun perkiraannya meleset. Min sha yang tidak mengira akan dilempari boneka kucing itu terdorong ke belakang hingga terjatuh dan punggungnya membentur lantai.

Yesung terlonjak kaget dan langsung berlutut di samping Min sha. Ia melihat ada darah mengalir dari kepala Min sha. Kepala gadis itu mengenai lemari besi yang berada di belakang mereka tadi.

“Min sha-ya! Min sha-ya berdarah!” Pekik Yesung kaget.

Semua orang yang ada di dalam backstage menoleh kaget lalu menghampiri Min sha yang terkulai lemas, termasuk Kyu yang jantung langsung mencelos.

“telfon ambulance!” Seru Hyuk sama khawatirnya.

 

Setelah Min sha di bawa ke rumah sakit, semua member suju berkumpul di ruang tunggu.

“mianhae.. Aku tidak tahu semuanya akan seperti ini.” Ujar Kyu sambil menunduk. Perasaannya saat ini sedih, juga takut.

“mian? Kalau Min sha kenapa- kenapa, kau mau apa?” Tanya Yesung tajam. Semuanya merinding mendengar suara rendah Yesung. Baru saja Kyu ingin kembali meminta maaf, seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan di mana ada Min sha di sana.

“Min sha-ssi itu, siapamu?” Tanya dokter pada Yesung yang berada paling dekat dengannya.

“Min sha? Kau mengenalnya?” Tanya Yesung bingung.

“ne, dia pasien saya yang rutin ke sini sebulan sekali. Dia siapamu?”

“Dia..temanku,”jawab Yesung. Dokter mengangguk pelan, lalu mengajak Yesung masuk ke ruang pemeriksaan. Ada banyak pertanyaan di dalam pikiran Yesung unutk dokter di depannya ini.

“ah, dokter. Pernyataanmu tadi sedikit membingungkan,” kata Yesung sebelum dokter di depannya bicara.”Kau bilang, Min sha selalu ke sini sebulan sekali? Dia memiliki penyakit apa?” Lanjutnya.

“Kau temannya, tapi kau tidak tahu?” Dokter menyipitkan matanya.

“D-dia suka merahasiakan sesuatu. Ia tidak mau membuatku khawatir.” Yesung berbohong.

Dokter berpikir sejenak sebelum berkata, “Dia selalu mengecek hasil operasi plastiknya tiga tahun lalu setiap bulan”.

Yesung merasa jantungnya berhenti berdetak. Ia merasa paru- parunya mengecil sehingga ia susah bernafas.

“Operasi plastik? Tiga tahun lalu?” tanya Yesung terbata, takut akan kemungkinan yang ada.

“ne,” jawab dokter.”Wae?” Yesung memejamkan matanya, menyiapkan batinnya untuk menerima kemungkinan besar terjadi.

“Min sha kenapa operasi plastik?” Tanya Yesung pelan. Dokter menatap Yesung bingung.

“Kau mengaku temannya, tapi kau tidak tahu apa- apa?”

“Aku mengenalnya sesudah ia operasi plastik.” kata Yesung.

Dokter mengedikkan bahu, lalu berkata,” saat saya mengoperasinya wajahnya sudah terbakar. Nyaris 100%”

“Kau mengetahui wajahnya seperit apa?ahh, pasti tidak.” Yesung menundukkan wajahnya.

“Tapi aku ada datanya saat aku mengoperasinya. Saya menemukan secarik foto di dompetnya yang sama sekali tidak terbakar,” ucap dokter. Yesung melebarkan matanya, lalu tanpa sadar sudut bibirnya tertarik ke atas.

“Boleh saya lihat?” dokter ragu sejenak. Sebagai dokter profesional, ia tidak mungkin membeberkan data pasien, namun entah dari mana ia terdorong untuk memberitahu pemuda di depannya ini. Tanpa berkata lagi, dokter berdiri, lalu meninggalkan ruang periksa.
Yesung menatap dokter bingung. Namun ia tidak bisa berbuat hal lain selain menunggu dokter itu kembali.

“Ini filenya.” Dokter kembali muncul setelah Yesung menunggu dalam waktu yang lama. Yesung meraih file itu. Ia tidak membukanya. Ia hanya melihatnya dengan tangan bergetar. Ia takut akan isi yang ada di dalam file ini tidak menjawab semua kebingungannya, ketakutannya.

“Kenapa kau tidak membukanya?” Tanya dokter. Yesung memejamkan matanya, lalu membuka file itu dengan gerakan pelan. Saat Yesung membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah sebuah foto gadis cantik. Gadis yang pernah ia cintai, seumur hidup. Yesung merasa lemas saat ini. Banyak pertanyaan dan pernyataan yang ingin ia tuturkan. Namun ia mencoba untuk menahanya.
Ia menurunkan fokus matanya. Ia bisa melihat sebuah tanda pengenal yang setengah terbakar. Ada tulisan ‘Shin Min …’
Yesung yakin kalimat lanjutannya ada kata ‘yo’. Karena ia sangat mengenal foto tadi ada foto Shin Min Yo.

“Benar ini data-nya Min sha?” Tanya Yesung memastikan. Dokter mengangguk. “Tapi ini foto dan tanda pengenal Min yo. Ini bukan Min sha!”

“Aku tidak tau ini foto siapa. Aku memang mengenalmu sebagai artis, tapi aku tidak tahu kehidupan artis.”Kata dokter pelan.”Saat aku menemukannya tiga tahun lalu, hatiku tergerak untuk membantunya tetap hidup. Sebelum aku mengoperasinya, ia selalu bertanya padaku, ‘aku ini siapa?’. Dan saat itu aku yakin bahwa Min sha amnesia. Lalu, karena aku melihat di tanda pengenalnya ada kata Shin min, aku menambahnya dengan kata sha. Dan itu berlanjut sampai sekarang.”Jelas dokter. Yesung mengerjapkan matanya, mulai mengerti.

“penjelasanmu mengatakan bahwa Min sha dan Min yo itu adalah satu orang kan?” Tanya Yesung dengan mata merah, ia menahan tangis. Dokter hanya mengedikkan bahu.

 

Detik berikutnya, Yesung menutup file tersebut, membantingnya ke atas meja, merasa sudah mengerti sepenuhnya. Ia bangkit dari kursi, lalu berlari menuju ruang inap di mana Min sha dirawat. Ruangan itu penuh dengan member suju.

“ahh,oppa! Kau ke mana saja?” Min sha menyambut Yesung dengan senyum lemah di wajahnya. Yesung hanya membalasnya dengan senyuman.

“Boleh kalian semua keluar? Ada yang ingin aku bicarakan dengan Min sha.” Pinta Yesung tanpa melarikan tatapan matanya dari Min sha.

Member suju kompak mengangguk lalu berangsur- angsur mulai keluar dari ruangan. Kini tinggal Yesung dan Min sha yang saling bertatapan.

“Kenapa melihatku seperti itu oppa?” Tanya Min sha setelah sekian lama mereka saling bungkam. Yesung tidak menjawabnya.

Ia melangkah mendekati Min sha, dan berdiri di sampingnya. Ia menyentuh tangan Min sha, lalu menggenggamnya.

“gwenchana?” Tanya Yesung khawatir.

“Gwenchana…”Jawab Min sha sambil tersenyum. Lalu ia melirik tangannya yang Yesung genggam.

“Apa kau sadar kalau kau tengah menggenggam tanganku?” Tanya Min sha hati- hati. Yesung mengangguk pasti. Min sha menghela nafas lega.

“Min sha, kau harus tau bahwa satu jam itu sangat panjang.” Kata Yesung pelan. Min sha menatap Yesung bingung. “Aku minta tolong, untuk ke depannya, jangan bertanya dulu. Kau cukup mendengarkanku, dan mengiyakan.” Lanjutnya. Walau dengan perasaan bingung dan penasaran, akhirnya Min sha mengangguk. Yesung tersenyum melihatnya.

 

“Aku mencintaimu,dari dulu sampai sekarang.”Kata Yesung lagi, membuat Min sha melongo.

“Kau mencin…” Pertanyaan Min sha terpotong karena Yesung menempelkan telunjuknya di bibir Min sha, menyuruhnya hanya untuk mendengar. Min sha mengangguk paham.

“Aku mencintaimu dari dulu sampai sekarang.”Ulangnya.”Aku tetap mencintaimu walaupun kau sudah berubah fisik. Tapi aku tau dan yakin hatimu masih sama seperti dulu,masih cantik seperti wajahmu.” Lanjutnya. “Mau kuberi tahu sesuatu?” Tanya Yesung.

Min sha mengangguk. Matanya sudah berkaca- kaca.

“Kau dan aku itu sudah ditakdirkan untuk bertemu. Walaupun dulu kita sempat dipisahkan oleh sebuah peristiwa, kita tetap kembali bersama, kan?” Katanya. Min sha sudah tidak bisa menahan air matanya.
Ia menangis dan detik berikutnya Yesung langsung menariknya ke dalam pelukan.

“Walau aku tidak mengerti, aku senang oppa berkata seperti itu.” Katanya terharu. Yesung mengusap lembut rambut Min sha.

“Aku tidak tahu dan tidak bisa membuatmu mengerti. Karna aku juga belum mengerti sepenuhnya. Namun, yang harus kau mengerti dan kau ketahui, bahwa aku mencintaimu, min yo. Shin min yo.”

“Kenapa kau memanggilku Min yo,oppa?” Tanya Min sha di sela tangisnya. Yesung menguraikan pelukannya untuk melihat wajah Min sha.

“Karna kau Min yo.” Jawabnya. “Kau Min yo, tiga tahun lalu. Kau Min yo yang kucinta dari dulu sampai sekarang. Dan kau Min yo yang sekarang ada di depanku”

Min sha tersenyum haru mendengarnya,  lalu ia teringat sesuatu. Ia teringat akan hal yang ia tutupi selama ini. Ia ingin memberitahu Yesung bahwa..

“Oppa, boleh aku menyuruhmu hanya mendengarku tanpa bertanya?”Tanyanya pelan. Yesung tertawa kecil lalu mengangguk.”Aku memang Min yo. Aku Min yo yang kecelakaan dan disangka meninggal oleh semua orang tiga tahun lalu. Aku Min yo yang oppa cinta”. Yesung membeku mendengar perkataan Min sha. Ia tidak percaya pada pendengarannya. “Apa oppa butuh bukti bahwa aku ini adalah Min yo? ahh, tanpa oppa minta aku akan menunjukkan buktinya.”

Min sha turun dari ranjangnya, menegapkan badannya, lalu merogoh tasnya di meja. Ia mengeluarkan sebuah gelang kaki perak. Yesung melebarkan matanya.

“Aku memang amnesia, namun beberapa bulan lalu, aku mengalami kecelakaan dan ingatanku kembali.”Jelasnya. Kini Yesung mengerti. Ia berjalan menghampiri Min sha atau Min yo dan langsung memeluknya.

“Sudahlah. Kau dan aku tidak usah bicara lagi. Lupakan apapun yang sudah terjadi sebelumnya. Kau hanya harus mengingat suatu hal yang terjadi mulai hari ini dan hanya mengingatku. Tiadk orang lain. Arasseo?” Ujar Yesung. Min yo mengangguk patuh.

“Ara.”

Yesung menguraikan pelukannya, lalu menatap mata Min yo tepat di manik mata.

“Sebenarnya, aku tidak mau melakukan ini,” ucap Yesung sambil tersenyum misterius.”Tapi karna kau merahasiakan sembuhnya amnesiamu, kau harus mendapat hukuman. Dan.. ini adalah hukaman yang pantas untukmu!” Sebelum Min yo mencerna perkataan Yesung, Yesung sudah menangkupkan kedua tangannya di kepala Min yo, menariknya mendekat ke wajahnya dan mencium bibirnya.

“Ya! Kalian sedang apa?!” Baru saja Min yo merasakan yang namanya surge dunia saat Yesung menciumnya, namun semua itu dirusak oleh serbuan seruan member suju.

“Ya! Kalian yang apa- apaan! Kenapa mengganggu ciuman kami? Kalian tidak tahu aku sedang mencium calon istriku?!” Seru yesung kesal. Semua member suju melongo. Yesung berjalan ke arah mereka dan langsung mengusirnya. Kini hanya tinggal Yesung dan Min yo.

“Jangan menatapku seperti itu.” Ujar Min yo pura- pura takut.

“Memang akumenatapmu seperti apa?”

“Sperti ingin memangsaku”.Yesung terkikik.

“Aniya.” Yesung berjalan menghampiri Min yo dan langsung mengecup keningnya. “aku itu menatapmu seperti mengatakan ‘i love u’. Keanpa kau tidak sadar?” Tanya Yesung.

“Aku sadar. Aku hanya bercanda. Karen aka mencintaimu”

Sudah cukup penuturan dua insan itu untuk menyatakan bahwa mereka saling mencintai. Detik berikutnya Yesung kembali memeluk Min yo seraya membicarakan persoalan pernikahan mereka bulan depan.

 

-THE END-

 

 

***

 

jengjengjeng~ ini FF pertama saya ._. kalau masih banyak kesalahan miaaaaannn bgt >< gomawo ya yg udah baca apalagi ninggalin jejak^^ siders ? makan dulu sanah~

 

cr: Http://virgaazzaniaashari.wordpress.com

 

About superjuniorAREA

WE ARE INTERNATIONAL FANBASE DEDICATED TO SUPER JUNIOR ^^ UPDATE THE LATEST NEWS FROM OUR SUPERMAN ~~ SUPPORT US HERE ~~

Posted on November 22, 2012, in FanFiction and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: